Beranda > Makalah > S I A_Struktur Organisasi

S I A_Struktur Organisasi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada era informasi dan globalisasi meneyebabkan lingkungan bisnis mengalami perubahan yang sangat pesat dengan tingkat persaingan ketat. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien untuk mempertahankan eksistensinya, sehingga pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Informasi yang berkualitas yaitu informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu sehingga keputusan bisnis yang tepat dapat dibuat yang disesuaikan dengan sistem informasi yang diterapkan dimasing-masing perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sistem informasi juga diperlukan dalam pengadaan struktur organisasi yang merupakan sumber daya informasi yang terkait dalam bertanggung jawab, otoritas, dan akuntabilitas diseluruh perusahaan. Bertujuan pada umumnya dengan menetapkan tujuan keuangan yang dapat diukur untuk operasionalnya. Dimana, melibatkan para pihak dalam perusahaan baik dari intern maupun ekstern. untuk mendapatkan tujuan tersebut, struktur organisasi meliputi: segmen bisnis, segmentasi funsional, fungsi akuntansi, serta fungsi layanan komputer. Maka, dibutuhkan sistem informasi yang efektif agar dapat mengatasi, menangani, menghindari segala persoalan yang terjadi dalam perusahaan.

B. Perumusan Masalah

  1. Apa tujuan stuktur organisasi ?
  2. Mengapa pentingnya struktur organisasi dalam perusahaan ?
  3. Apa kaitan segmen bisnis, segmentasi fungsional, fungsi akuntansi dan fungsi layanan komputer?
  4. Apa saja fungsi akuntansi itu sebagai sistem informasi?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dan manfaat yang diperoleh dari makalah ini antara lain:

  1. Dapat mengetahui bahwa dalam struktur organisasi itu penting untuk menilai kebutuhan informasi kepada pengguna.
  2. Struktur organisasi dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan.
  3. Dapat memberikan pengetahuan khususnya pada bidang akuntansi.
  4. Untuk mengetahui bahwa struktur organisasi membutuhkan sistem informasi dalam perusahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi mencerminkan distribusi tanggung jawab, otoritas, dan akuntabilitas di seluruh perusahaan. Aliran ini digambarkan dalam figure 1-7. Perusahaan mencapai tujuan umumnya dengan menetapkan tujuan keuangan yang dapat diukur untuk operasionalnya. Contohnya, informasi anggaran mengalir kebawah. Ini adalah mekanisme di mana pihak manajemen senior menyampaikan ke para bawahannya berbagai standar yang akan menjadi ukuran dalam periode  yang akan datang. Hasil dariberbagai tindakan bawahan, dalam bentuk informasi kinerja, akan mengalir ke atas, masuk ke pihak manajemen senior. Pemahaman atas pola distribusi tanggung jawab, otoritas, dan akuntabilitas sangat penting untuk menilai kebutuhan informasi para pengguna. struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Struktur intern sebagai suatu tipe pengawasan diperlukan karena adanya keharusan untuk mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab dalam suatu organisasi. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.

DIREKTUR UTAMA
Wakil Direktur

 

perusahaan

Wakil Direktur

 

Produksi

Wakil Direktur

 

Produksi

Wakil Direktur

 

Layanan Komputer

Manejer Pabrik 1
Manejer Pabrik 2
Manejer Pabrik 3
Manejer Unit 3
Manejer Unit 2
Manejer Unit 1
Tanggung Jawab

 

Dan Otoritas

Akuntabilitas
Figur 1-7
Aliran Tanggung jawab,otoritas dan Akuntabilitas Perusahaan

  1. A. SEGMEN BISNIS

Perusahaan terdiri atas berbagai unit atau segmen fungsional. Perusahaan diatur menjadi beberapa segmen untuk meningkatkan efisiensi internal melalui spesialisasi tenaga kerja dan alokasi sumber daya yang efektif dari segi biaya. Para manajer dalam sebuah segmen dapat memfokuskan perhatian mereka dalam berbagai area tanggung jawab yang terbatas untuk mencapai tingkat efesiensi operasional yang lebih tinggi.

Ada beberapa cara untuk mengatur segmentasi perusahaan. Tiga pendekatan yang paling umum meliputi segmentasi berdasarkan:

  1. 1. Lokasi geografis, banyak perusahaan memiliki operasi yang tesebar di seluruh Negara dan di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan hal ini untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber daya, pasar, atau lini distribusi. Cara yang paling mudah untuk mengelolah operasi semacam itu adalah mengatur manajemen perusahaan berdasarkan segmen gegrafisnya masing-masing sebagai entitas yang setengah otonom.
  2. 2. Lini Produk. Perusahaan yang memproduksikan banyak sekali jenis produk sering kali mengatur organisasinya berdasarkan lini produk, dengan menciptakan berbagai devisi yang terpisah untuk tiap produk. Segmentasi produk memungkinkan perusahaan menugaskan manajemen, tenaga kerja, dan sumber daya khususnya ke berbagai segmen secara terpisah, seolah-olah hampir seperti perusahaan yang terpisah.
  3. 3. Fungsi Bisnis. Segmentsi fungsional membagi perusahaan kedalam berbagai area tanggung jawab khusus berdasarkan pekerjaan. Area fungsional di tentukan berdaasarkan aliran sumber daya utama di sepanjang perusahaan. Contoh dari segmen fungsi bisnis adalah pemasaran, produksi, keuangan, dan akuntansi.

Beberapa perusahaan menggunakan lebih dari satu cara untuk melakukan segmentasi. Contohnya, sebuah perusahaan konglomerasi internasional dapat menentukan segmen operasinya pertama-tama secara geografis, kemudian berdasarkan produk di tiap area geografis, dilanjutkan dengan segmentasi fungsi dalam tiap segmen produk.

Memahami karakteristik masing-masing segmen bisnis

Karakteristik masing-masing jenis usaha didasarkan atas kriteria besaran usaha, dapat dilihat sebagai berikut:

1.Segmen Mikro
Ciri-ciri usaha yang bergerak di segmen mikro, antara lain sebagai berikut:
-Usaha dilakukan secara informal, tidak memiliki rencana bisnis yang formal
-Status legal sering kurang lengkap, bahkan tidak ada
-Dilakukan oleh kelompok, yang sebagian besar oleh kelompok perempuan miskin
Barrier to entry (hambatan untuk masuk bisnis ini) nyaris tidak ada
-Pertumbuhan usaha lambat
-Umumnya multi usaha
-Perputaran usaha relatif cepat
-Daya tahan terhadap perubahan lingkungan dan tekanan ekonomi cukup tinggi
-Pertumbuhan aset tidak meningkat secara signifikan

2.Segmen Ritel
-Pada umunya telah mempunyai ijin usaha dan legalitas formal terbatas
-Mempunyai administrasi keuangan yang mulai tertata, walaupun masih sederhana
-Dijalankan oleh keluarga (tenaga kerja berasal dari anggota keluarga ini, maupun saudara dekat), maupun oleh kelompok
Barrier to entry relatif nyaris tidak ada
-Sering berganti jenis usaha
-Sebagian besar bersifat multi usaha
-Perputaran usaha relatif cepat
-Pertumbuhan usaha tidak mudah meningkat secara signifikan

3.Segmen Menengah
-Skala usaha mulai besar
-Telah ada struktur organisasi dan delegasi wewenang untuk pengambilan keputusan
-Administrasi keuangan pada umumnya tertib dan mulai akurat
-Telah ada pembagian dalam manajemen, Direktur keuangan biasanya mendapat tanggung jawab dalam melakkukan kebijakan pembiayaan perusahaan

B.   SEGMENTASI FUNGSIONAL

Segmentasi berdasarkan fungsi bisnis adalah metode pengaturan yang paling umum. Sebagai gambaran, asumsikan sebuah perusahaan manufaktur yang menggunakan berbagai sumber daya berikut: bahan baku, tenaga kerja, modal keuangan, dan informasi. Tabel 1-2 menunjukan hubungan antara berbagai segmen fungsi dengan berbagai sumber daya ini.

Nama fungsi dan bahkan fungsinya sendiri dapat sangat berbeda antarperusahaan, bergantung pada ukuran dan lini bisnisnya. Sebuah perusahaan utilitas umum mungkin memiliki sedikit peran untuk fungsi pemasaran jika dibandingkan dengan sebuah produsen mobil. Sebuah perusahaan jasa mungkin tidak memiliki fungsi produksi formal dan sedikit peran dalam pengelolaan persediaan. Sebuah perusahaan dapat menyebut sumber daya tenaga kerjaanya sebagai personel sementara lainnya menggunakan istilah sumber daya manusia. Ingatlah berbagai perbedaan ini, karena area fungsional dari suatu perusahaan fiktif akan dibahas secara singkat melalui figure 1-8. Fungsi akuntansi dan layanan computer diberikan secara terpisah dan lebih terperinci, karena kedua hal ini penting dalam studi mengenai system informasi.

MANAJEMEN BAHAN BAKU

Tujuan dari manajemen bajhan baku adalah merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku perusahaan. Sebuah perusahaan manufaktur harus memiliki

Tabel 1-2 Fungsi berdasarkan sumber daya

Sumber Daya
Fungsi Bisnis
Bahan Baku
Manajemen PerusahaanPersediaan

Pemasaran

Distribusi

Tenaga Kerja
Personal
Modal Keuangan
Keuangan
Informasi
AkuntansiLayanan Komputer

Persediaan yang memadai di tangan untuk memenuhi kebutuhan produksinya, gtetapi dengan tetap menghindari tingkat persediaan yang berlebihan. Setiap dolar yang diinvestasikan dalam persediaan adalah uang yang tidak menghasilkan pendapatan. Selain itu, persediaan yang tidak mengordinasikan kedatangan persediannya dari para pemasok dalm cara yang demikian rupa hingga dipindahkan langsung ke proses produksi. Akan tetapi, untuk praktisnya,kebanyakan perusahaan mempertahankan persediaan pengaman untuk menjaga perusahaan melalui waktu tunggu dari saat memasukkan pesanan persediaan hingga kedatangan persediaan.

PRODUKSI

Aktivitas produksi terjadi dalam siklus konversi di mana bahan baku mentah, tenaga kerja, dan aktiva pabrik digunakan untuk membuat produk jadi. Berbagai aktivitas tertentu ditentukan berdasarkan sifat produksi yang di produksi. Secara umum, aktivitas-aktivitas tersebut terbagi dalam dua kelas umum:

  1. Aktivitas produksi utama,
  2. Aktivitas pendukung produksi,

PEMASARAN

Pasar perlu mengetahui dan memiliki akses ke berbagai masalah strategi promosi, periklanan, dan riset pasar produk. Pada tingkat operasional, pemasaran melakukan berbagai aktivitas rutin seperti memasukkan pesanan penjualan.

DISTRIBUSI

Distribusi adalah aktivitas untuk membuat produk sampai ke tangan pelanggan setelah adanya penjualan. Ini adalah tahap yang sangat penting. Banyak yang dapat terjadi sebelum pelanggan mengambil alih kepemilikan dari suatu produk. Lamanya waktu antara memasukkan dengan memenuhi pesanan, pengiriman yang salah atau barang yang rusak dapat mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan serta hilangnya penjualan. Pada akhirnya, keberhasilan bergantung pada kegiatan memenuhi pesanan dengan benar di gudang, membungkus barang dengan benar, serta mengirimkannya dengan cepat ke pelanggan.

PERSONALIA

Karyawan yang kompeten dan andal adalah sumber daya yang berharga bagi sebuah perusahaan. Tujuan dan fungsi pesonalia adalah untuk mengelola secara efektif sumber daya ini, fungsi personalia yang dikembangkan secara lengkap meliputi perekrutan, pelatihan, pendidikan lanjutan, konsultan, evaluasi, hubungan ketenagakerjaan, dan administrasi konpensasi.

KEUANGAN

Fungsi keuangan adalah mengelolah sumber daya keuangan perusahaan melalui aktivitas perbankan dan perbendaharaan, manajemen portofolio, evaluasi kredit, pengeluaran kas, dan penerimaan kas. Oleh karena sifat siklus sautu bisnis, banyak perusahaan yang berubah posisinya antara posisi kelebihan dana dan kekurangan dana dengan kekurangan kas. Sebagai respon dari pola arus kas ini, para perencana keuangan mencari investasi yang menguntungkan dalam saham serta aktiva lainnya dan kredit berbiaya rendah dari bank. Fungsi keuangan ini juga mencatat arus kas harian yang masuk dan keluar dari perusahan.

  1. C. FUNGSI AKUNTANSI

Fungsi akuntansi mengelolah sumber daya informasi keuangan perusahaan. Dalam hal ini fungsi ini memainkan dua peran penting di pemrosesan transaksi. Pertama, akuntansi menangkap dan mencatat berbagai pengaruh keuangan dari berbagai transaksi perusahaan. Ini meliputi berbagai kegiatan seperti pemindahan bahan baku dari gudang ke produksi, pengiriman jadi ke pelanggan, arus kas masuk ke perusahaan dan penyimpanan ke bank, pembelian persedaiaan, serta pembebasan kewajiban keuangan.

Kedua fungsi akuntansi yaitu mendistribusikan informasi transaksi ke personal operasional untuk mengoordinasikan banyak dari tugas penting mereka. Aktivitas akuntansi yang berkontribusi langsung ke operasi bisnis meliputi pengendalian persediaan, akuntansi biaya, penggajian, utang usaha, piutang usaha, pengihan, akuntansi aktiva tidak lancar, dan buku besar.

NILAI INFORMASI

Nilai informasi pengguna di tentukan berdasarkan keandalannya. Telah di perlihatkan sebelumnya bahwa tujuan informasi adalah untuk mengarahkan pengguna ke tindakan yang seharusnya. Agar hal ini dapat terjadi, informasi harus memiliki atribut tertentu yaitu relevan, akurat, ringkas, lengkap, dan tepat waktu. Ketika berbagai atribut ini secara konsisten ada, informasi akan memiliki keandalan dan memiliki  nilai  bagi penggunanya. Informasi yang tidak andal tidak memiliki nilai. Hal itu adalah penggunaan sumberdaya yang sia-sia. Implikasi yang lebih negative dari informasi yang tidak andal adalah bahwa informasi tersebut dapat mengarahkan pada keputusan yang disfungsional.

INDEPENDENSI AKUNTANSI

Kebutuhan untuk memastikan keandalan informasi akuntansi menempatkan fungsi akuntansi dalam posisi yang unik di perusahaan. Keandalan informasi sangat tergantung pada konsep indenpendesi akuntansi. Jika di jelaskan secara sederhana, aktivitas akuntansi harus terpisah dan indenpenden dari berbagai area fungsional lainnya yang menyimpan sumber daya fisik. Contohnya bagian akuntansi memantau dan mencatat perpindahan bahan baku  ke produksi  serta penjualan barang jadi ke pelanggan. Bagian akuntansi mengotorisasi pembelian bahan baku dan pengeluaran pembayaran secara tunai ke para pemasok dan karyawan. Bagian akuntasi mendukung berbagai fungsi ini melalui informasi tetapi tidak secara aktif berpartisipasi dalam aktivitas fisiknya. Keputusan pengguna yang efektif membutuhkan informasi penting semacam itu di pasok oleh sumber yang indenpenden untuk memastikan integritasnya.

  1. D. FUNGSI LAYANAN KOMPUTER

Fungsi layanan computer berkaitan dengan sumber daya informasi. Berbagai aktivitasnya dapat di atur dalam sejumlah cara yang berbeda. Salah satu struktur yang ektrim adalah pendekatan pemrosesan data terdistribusi. Kebanyakan struktur perusahaan masuk diantara dua kutub ekstrem ini dan memiliki berbagai elemen.

PEMROSESAN DATA TERPUSAT

Semua pemrosesan data di lakukan oleh satu atau lebih computer besar yang di tempatkan di sebuah  lokasi pusat dan melayani para pengguna di seluruh perusahaan. Figure 1-9 menggambarkan pendekatan ini dengan computer yang melayani berbagai aktivitas dikonsolidasikan serta di kelolah sebagai sumber daya bersama perusahaan. Pengguna akhir bersaing untuk mendapatkan  sumber daya ini berdasarkan kebutuhannya. Fungsi lanyanan computer biasanya di perlakukan sebagai pusat biaya operasionalnya di babankan kembali kepada pengguna akhir di bebankan kembali ke para pengguna akhir.

Pemasaran

Figur 1-9 Pendekatan Pemrosesan Data Tersebut

Keuangan
Sumber Daya Layanan Komputer
Produksi
Distribusi
Akuntansi
Data
INformasi
Pembebanan Kembali Biaya

Figure 1-8 mengilustrasikan sebuah fungsi layanan computer yang terpusat. Figur 1-10 mununjukkan berbagai area layanan computer dalam operasional serta lebih terperinci. Ini meliputi administrasi basis data, pemrosesan data, serta pengembangan system dan pemeliharaannya.

Pemrosesan Data Terdistribusi

Selama bertahun-tahun, skala ekonomi mendukung komputer yang besar dan canggih serta pendekatan pemrosesan terpusat. Perkembangan baru-baru ini dalam sistem yang kecil, canggih dan murah telah mengubah gambaran ini secara dramatis. Alternatif dari modal terpusat adalah konsep pemrosesan data terdistribusi [ distributed data processing- DDP].Topik mengenai DDP cukup luas, menyentuh berbagai topik komputasi pengguna akhir [ end using computing ], peranti lunak komersial, jaringan dan otomatisasi kantor. Singkatnya, DDP melibatkan pengaturan ulang fungsi layanan komputermenjadi unit pemrosesan informasi[ information processing unit- IPU] kecil yang didistibusikan kepara pengguna akhir dan ditempatkadibawah kendali mereka. Tingkat sejauh mana layanan fungsi komputer didistribusikan akan berbeda-beda, bergantung pada filosofi tujuan pihak manajemen perusahaan. IPU dapat didistribusikan berdasarkan fungsi bisnis, lokasi geografis, atau keduanya. Salah satu atau semua aktivitas layanan komputer dapat disajikan dalam figur 1-10 dapat didistribusikan, figur 1-11menunjukan potensi struktur organisasional baru yang sesuai dengan distribusi semua pekerjaan pemrosesan data ke berbagaipengguna akhir.

Perhatikan bahwa fungsi layanan komputer terpusat telah ditiadakan dari struktur organisasi. Tiap area operasional kini melakukan peran ini. Dalam tahun terakhir ini, DDP telah menjadi  kemungkinan ekonomi dan operasional dan telah mengubah secara revolusioner operasi bisnis.akan tetapi, DDP adalah gabungan dari keuntungan dan kelemahan. Beberapa hal uang penting mengenai hal ini dibahas berikut.

Kelemahan DDP. Harus diingat bahwa kelemahan DDP juga dapat digambarkan sebagai keuntungan dari pendekatan terpusat. Pembahasan tersebut berfokus pada

Figur 1-10 Pengaturan  fungsi layanan komputer dalam sistem yang terpusat

Organisasi Bisnis
Pemasaran
Layanan Komputer
Produksi
Keuangan
Pengembangan Sistem
Administrasi

 

Basis Data

Pemrosesan Data
Pengembangan Sistem Baru
Pemeliharaan Sistem
Pengendalian Data
Pembuatan

 

Data

Operasi

 

Komputer

Perpustakaan Data

Berbagai isu pentingyang membawa implikasi pengendalian yang harus diketahui oleh para akuntan. Hilangnya kendali adalah salah astu dari kelemahanyang paling serius dalam DDP. Potensi masalah lainnya meliputi penggunaan sumber daya yang tidak efisien, perusakan jejak audit, pemisahan pekerjaaan yang tidak memadai, peningkatan potensi kesalahan pemrograman dan kegagalan sistem, serta kurangnya. Berbagai masalah tertentu dibahas di bawah ini.

Kesalahan manajemen sumber daya keeluruhan perusahaan. Beberapa berpendapat orang bahwa ketika sumber daya keseluruhan perusahaan melebihi jumlah minimum, katakanlah 5 persen dari total anggaran operasional, maka sumber daya tersebut harus dikendalikan dan dimonitor secara terpusat . layanan pemrosesan informasi[seperti operasi komputer, pemrograman, konversi data, dan manajemen basis data]mewakili pengeluaran yang besar bagi banyak perusahaan.mereka yang tidak menyetujui DDP berpendapat bahwa mendistirbusikan tanggung jawab berbagai sumber daya ini mau tidak mau akan mengarah pada kesalahan manajemen dan penggunaan yang tidak optimal berbagai umber daya tersebut.

Ketidak sesuaian peranti keras dan peranti lunak. Mendistribusiakn tanggung jawab atas pembelian peranti keras dan peranti lunak ke manajemen penggunadapat mengakibatkan keputusan yang tidak terkoordinasi dan kurang baik. Jika bekerja secara independen, para pengambil keputusan dapat berakhir dengansistem operasional, pla-form teknologi, program spreeadshet, pengolah kata, dan paket basis data yang tidak sama dan tidak sesuai.ketidaksesuaian peranti keras dan peranti lunak dapat menurunkan dan menggangu komunikasi antarunit organisasional.

Pekerjaan yng redundan. Aktivitas pengembangan sistem yang otonom yang didistribusikan di seluruh perusahaan dapat mengakibatkan tiaparea pengguna menemukan kembali hal yang sesungguhnya tidak ada. Contohnya, program aplikasi yang dibuat oleh seorang pengguna yang dapat digunakan dengan sedikit atau tanpa perubahan oleh orang lain, akan didesai ulang dari nol, sebagai ganti digunakan bersama. Begitu juga data yang samabagi banyak pengguna dapat dibuat ulang untuk tiap IPU , hingga menghasilkan tingkat redundasi data yang tinggi hal ini memiliki implikasi dalam akurasi dan konsistensi data.

Mengonsolidasikan aktiitas-aktivitas yang tidak kompatibel. Distribusi fungsi layanan komputer ketiap area pengguna menghasilkan pembuatan banyak unit yang sangat kecil dan yang tidak memungkinkan pemisahan fungsi yang tidak kompatibel. Contohnya dalam satuIPU, orang yang sama dapat memprogram aplikasi, meakukan pemeliharaan program, memasukkan data transaksi dalam  komputer, dan mengoperasikan perlengkapan komputer. Situasi ini mewakili pelanggaran mendasar dari pengendalian internal. Akan tetapi, mencapai pemisahn pekerjaan yang memadai tidak selalu dapat dilakukan dalam beberapa lingkungan yang terdistribusi.

Memperkerjakan tenaga yang berkualiatas. Para pengguna akhir bisa saja kurang pengetahuannya dalam mengevaluasi berbagai jaminan teknis dan dalam mengevaluasi  kandidat berpengalaman yang relevan untuk sebuah posisi sebagai profesional komputer. Selain itu, jika unit organisasional dimana karyawan baru tersebut berada kecil ukurannya. Peluang untuk perkembangan profesional,  pendidikan lanjutan,serta promosi mungkin terbatas. untuk berbagai alasan ini para manajer IPU, kadang mengalami kesulitan untuk menarik personel yang berkualitas tinggi. Masalah ini meluas hingga ke domain akuntan dan auditor. Resiko kesalahan pemrograman dan kegagalan sistem meningkat secara langsung perbandingannyadengan tingkat karyawan yang tidak kompoten.

Kurangnya standar. Karena adnya distribusi tanggung jawab dalam lingkungan DDP, berbagai  standar untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sistem, memilih bahasa pemograman,  memperoleh perantikeras dan peranti lunak, erta mengevaluasi kinerja, tidak akan dapat diaplikasikan atau bahkan tidak ada.pihak yang menentang DDP berpendapat bahwa berbagai resikoyang berkaitan dengan desain dan operasi sistem pemrosesan data dapat ditoleransi hanya jika berbagai standar semacam itu diaplikasikan secara konsisten.banyak yang dapat dikatakan untuk argumen ini. Dalam pembahasan mengenai audit dan kepastian [assurance]sistem informasi bab 17, akan dapat dilihat bagaimana berbagai standar aplikasi memainkan peran yang penting dalam evaluasi auditor atas pengendalian internal.

Keuntungan DDP. Keuntungan DDP yang paling banyak disebut-sebut berkaitan dengan penghematan biaya, peninkatan penguasa pengguna, dan peningkatan efisiensi operasional. Berbagai isu tertentu Dibahas berikut ini.

Pengurangan biaya. Dulu, mencapai skala ekonomi adalah pembenaran utamauntuk pendekatan terpusat. nilai ekonomi  pemrosesan datalebih mendukung komputer yang besar,mahal dancanggih. Banyaknya jenis kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sistem        terpusat semacam itu membutuhkan komputer yang sangat digeneralisasikan serta menggunakan sistem operasi yang rumit.

Mikrokomputer dan minikomputer yang canggih tetapi, mahal yang dari segi biaya yang efektif untuk melakukan fungsi khusus, telah mengubah nilai ekonomi pemrosesan data secara dramatis. Selain itu biaya Per unit penyimpanan data, yang dulunya adalah justifikasi untuk mengonsolidasikan data dalam ebuah lokasi terpusat, tidak lagi menjadi pertimbangan utama. Lagi pula perpindahan DDP dapat mengurangi biaya dalam dua area lainnya: 1. Data dapat dimasukkan dan di edit dalam IPU;dan  2. Kompleksitas aplikasi dapat dikurangi, yang akhirnya dapat mengurangi biaya pengembangan dan pemeliharaan.

Peningkatan dan tanggung jawab pengendalian biaya. Para manajer menerima tanggung jawab atas keberhasilan berbagai operasi mereka dari segi keuangan. Hal ini mensyaratkan bahwa mereka harus diberikan otoritas untuk mengambil keputusan mengenai berbagai sumber daya yang memengaruhi keberhasilan keseluruhan mereka. Ketika patra manajer tidak memungkinkan untuk mengambil keputusan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan mereka, kinerja mereka dapat terpengaruh secara negatif. Manajemen yang kurang agresif dan kurang efektif dapat berkembang.

Jika kemampuan pemrosesan informasi sangat penting bagi keberhasilan suatu operasi bisnis, haruskah pihak manajemen diberikan kendali atas berbagai sumber daya ini.ini adalah argumentasi yang disajikan sebelumny, yang mendukung pemusatan sumber daya keseluruhan perusahaan.pendukung DDP berpendapat bahwa manfaat dari peningkatan sikap pihak manajemen melebihi biaya tambahan yang timbul dari mendistribusikan berbagai sumber daya ini.

Peningkatan kepuasan pengguna. Mungkin manfaat DDP yang paling sering disebutkan adalah peningkatan kepuasan pengguna. Hal ini didasarkan dari tiga area kebutuhan yang sering kali dibiarkan tak terpenuhidalam pendekatan terpusat; 1. Seperti dijelaskan sebelumnya, pengguna berkeinginan untuk mengendalikan sumber daya yang memengaruhi probabilitasnya; 2. Pengguna menginginkan profesional sistem [ analis, pemrogram, dan operator komputer]. Yang responsif dengan situasi khusus pengguna, dan 3. Pengguna ingin terlibat secara aktif dalam pengembangan dan implementasi sistem yang digunakannya. Pendukung DDP berpendapat bahwa menyediakan dukungan yang lebih disesuaikan-yang hanya dapat dilakukan dalam limgkungan terdistribusi – memiliki manfaat langsung bagi pengguna dari sisi semangat dan produktivitas.

Dukungan. Argumentasi terakhir dalam mendukung DDP adalah kemampuannya untuk mendukung berbagai fasilitas komputasi agar dapat melindungi dari potensi bencana, seperti kebakaran, banjir, sabotase, serta gempa bumi. Salah satu solusinya adalah dengan membangun kemampuan yang berlebih ke dalamtiap IPU. Jika suatu bencana menghancurkan sebuah lokasi, transaksinya akan masih dapat diproses oleh IPU lainnya. hal ini membutuhkan koordinasi yang baik antara para pengambil keputusan untuk memastikan bahwa mereka tidak mengimplementasikan pirantikeras serta peranti lunak yang tidak sesuai dilokasi mereka.

PERLUNYA ANALISIS YANG MENDALAM

DDP membawa bebagai nilai prestise sebagai pemimpin yang, selama analisis atas pro dan kontranya, dapat melingkupi pertimbangan mengenai manfaat ekonomi serta kemungkinan operasionalny. Beberapa perusahaan talah berpindah ke DDP tanpa mempertimbangkan secara penuh apakah struktur organisasional yang terdistribusi akan lebih baik dalam mencapai tujuan bisnisnya. Beberapa usaha DDP telah terbukti tidak efektif, dan bahkan tidak produktif, karena para pengambil keputusan melihat sistem ini manfaat yang lebih bersifat simbolis daripada kenyataan. Sebelum melakukan yang agresif semacam itu, pengambil keputusan harus menilai berbagai keuntungan yang sesungguhnya dari DDP bagi prusahaanya. Para akuntan memiliki peluang dan kewajiban untuk meminkan peran penting dalam analisis ini.    

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Struktur organisasi mencerminkan distribusi tanggung jawab, otoritas, dan akuntabilitas diseluruh perusahaan yang sangat penting untuk menilai kebutuhan informasi para pengguna. Untuk mencapai tujuannya dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern.merupakan sistem informasi akuntansi sangat dibutuhkan dalam perusahaan untuk pengendalian akuntansi sebagai pertanggung jawaban sehingga memudahkan, melncarkan  operasional dalam perusahaan.

SARAN

Dalam  era globalisasi ini akuntansi semakin maju, yang mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Maka perlunya sistem informasi akuntansi bagi pengguna untuk mengambil keputusan. Dimana menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai. Seperti dalam struktur organisasi untuk memudahkan operasional dalam perusahaan.

Daftar pustaka

http://books.google.com/books?id=SW7Yj_UvGsQC&lpg=PA24&ots=1ztrUYzt2K&dq=segmentasi%20fungsional&pg=PA22#v=onepage&q=segmentasi%20fungsional&f=false[ by james A. hall] Thomson

http://SISTEM%20INFORMASI%20AKUNTANSI/MAKALAH%20STRUKTUR%20ORGANISASI/memahami-karakteristik-masing-masing-segmen-bisnis.html

http://nurul.unsoed.net/?p=219

http://rivie-07111039.blogspot.com/2009/06/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html

http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/05/27/akuntansi-pengendalian-internal/

Catatan:

Mau lebih lengkap silahkan KLIK Di SINI

Kategori:Makalah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: